WADAHSPORT – Pada bulan lalu kabar kurang baik untuk sepak bola Serie A, yaitu terjadi insiden rasis di Serie A Italia fans Cagliari membuat hal rasisme terhadap penyerang muda Juventus Moise Kean.

Kejadian itu terjadi saat Juventus bertamu ke markas Cagliari pada 2 April lalu. Kean dan rekan setimnya, Blaise Matuidi, diduga kuat menjadi sasaran ejekan bernada rasial dari suporter tuan rumah sendiri.

BACA JUGA : Prediksi Bola Excelsior vs AZ Alkmaar 16 Mei 2019

Ketika itu Kean sukses mencetak gol ke gawang Cagliari untuk menutup kemenangan 2-0 Juventus saat akhir pertandingan. Penyerang 19 tahun itu merayakan golnya dengan mematung di depan tribune fans Cagliari dengan maksud membalas hinaan tersebut.

Insiden ini mendapat sorotan serius di seluruh dunia. Meski begitu, pihak penyelenggara Serie A memutuskan untuk tidak memberikan sanksi apa pun terhadap Cagliari.

BACA JUGA : Persebaya : “Tanpa Dutra Agak Menguras Tenaga”

“Chant-chant tersebut, meskipun bersifat tercela, secara obyektif memiliki relevansi yang tidak terlalu signifikan terhadap jalannya pertandingan, terlepas dari persepsi apa pun. Tidak ada keputusan sanksi untuk Cagliari,” kata pihak penyelenggara dari Serie A.

Sejumlah pemain Serie A berkulit gelap lain seperti Kalidou Koulibaly, Mario Balotelli, Kevin-Prince Boateng, hingga Tiemoue Bakayoko pernah jadi korban. Namun Keputusan ini berpotensi sulit memutus rantai rasisme di sepakbola Italia yang sudah jadi penyakit lama bertahun-tahun.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY